Kamis, 13 Desember 2012

Permainan Sederhana Untuk Anak

Menstimulus Otak dan Kecerdasan Anak dengan Aneka Jenis Permainan Sederhana

Ketika seorang manusia berusia 3 tahun, otaknya telah membentuk sekitar 1000 triliun jaringan koneksi, hal itu dua kali lebih banyak dari manusia dewasa. Satu sel dapat berhubungan dengan sebanyak 15.000 sel lain. Mineral di dalam tubuh adalah bahan dasar untuk membangun jaringan hubungan otak. Kestabilan emosi sangat di pengaruhi oleh perkembangan otak pada dua tahun pertama kehidupan manusia.


Dr. Bruce Perry ahli psikiater di Baylon College of Medicine mengatakan bahwa anak yang tidak cukup mendapat perhatian, kelembutan, dan kasih sayang di masa kecilnya maka jaringan dalam otaknya akan kurang memadai untuk menciptakan hubungan dekat dengan orang lain. 

Seorang anak tidak hanya distimulus kecerdasan kognitifnya, karena kecerdasan lain juga sangat penring termasuk kecerdasan kenestetik. Anak juga harus diberikan stimulus agar kinestetiknya juga dapat berkembang.
Banyak sekali permainan – permainan sederhana yang dapat dilakukan orang tua untuk merangsang perkembangan kecerdasan anak. Mulai pada saat anak di lahirkan samapi usia 6 tahun orang tua memiliki peran yang penting untuk memilihkan permainan yang sesuai pada tingkat perkembangannya.

1.       Permainan Sederhana Untuk Anak Usia Balita (6 – 36 bulan)

Orang tua dan orang dewasa disekeliling anak merupakan orang yang sangat berperan penting untuk mengembangkan kecerdasan anak.
v  Bayi bermain dengan cara menepuk tangan sambil bernyanyi, berikan limpahan kasih sayang,kelembutan dan perhatian padanya. Tepuk – tepuk pantatnya saat menukar popok sambil dibawa berbicara. Letakkan mainan gantungan- gantungan pada ayunan atau tempat tidur anak agar anak dapat tersimulus untuk melihat beraneka warna sehingga mata anak dapat berkembang dengan baik. Bagi orang tua yang muslim seringlah perdengarkan ketelinga anak lantunan ayat-ayat al-quran, karena hal itu akan merangsang perkembangan otak anak. Seringlah bawa anak berbicara agar nanti bahasa anak cepat berkembang.

v  Ketika anak telah dapat merangkak, berikanlah berbagai macam permainan seperti bola-bola yang terbuat dari karet. Letakkan bola itu ditempat yang agak jauh dari anak, kemudian orang tua dapat mengajak anak untuk merangkak menuju bola itu. Jika anak dapat mengmbil bola itu dengan merangkak, letakkan pada tempat yang agak jauh lagi. Lakukanlah dengan ber ulang-ulang. Jika anak terlihat bosan tukar dengan permainan yang lain.

v  Sebuah riset menunjukkan bahwa sentuhan dapat menstimulasi otak untuk mengeluarkan hormone penting yang mendukung pertumbuhan si kecil. Jadi orang tua dapat melakukan berbagi permainan sederhana seperti: memberikan pelukan, bernyanyi sambil mengusap punggung anak, memangkunya sambil menunjukkan nama bagian tubuhnya seperti kaki, tangan dll. Hal itu akan memberikan kehangatan dan kedekatan anatara anak dan orang tua. Kemudian dapat juga denganbermain sambil berputar – putar atau berkeliling sambil memegang tangan anak, diiringi dengan nyanyian – nyanyian yang memberikan semangat pada anak.

v  Memori adalah pengetahuan yang tidak hilang atau tetap bertahan. Saat proses belajar terjadi, sinaps (hubungan dengan Neoron)baru akan terbentuk dan sinaps lama akan diperkuat. Seorang ahli neurobiology di Duke University mengatakan bahwa otak adalah mesin penghubung. Otak akan terus mencari untuk menghubungkan sesuatu dengan penglihatan, penciuman, dan tempat. Adapun permainan yang dapat dilakukan orang tua yaitu berikan berbagai macam buah-buahan dan minta anak untuk mencium bau dari buah tersebut. Anak kan mengenal perbedaan anatara buah apel dan buah mangga dll. Untuk penglihatan dapat menggunakan gambar dengan berbagai macam bentuk dan warna. Beri ytahu anak apa nama benda dan warnanya.

v  Hasil sebuah riset menyatakan bahwa saat mengekspresikan emosi yang berbeda, kita menstimulasi otak. Emosi menyebabkan di lepasnya zat kimia yang membantu otak untuk mengingat perasaan berbeda dan peristiwa yang terkait dengan perasaan itu. Seperti contoh orang tua dapat menyediakan berbagai macam foto ekspresi emosi seseorang dan bermain tebak-tebakanlah dengan anak. 

2.       Permainan Sederhana Untuk Anak Usia 2-5 tahun

v  Bermain hewan dengan anak adalah salah satu permainan yang bagus untuk membantu perkembangan anak. Salah satunya orang tua dapat meniru suara bebek, sapi, ayam dll. Kemudian anak diminta untuk menebaknya , selain itu dapat juga dengan meniru gerakan burung terbang, kelinci melompat dll. Sehingga anak dapat bergerrak dengan bebas dan perkembangan motorik anak.

v  Permainan Meningkatkan Imajinasi
Orang tua dapat mengembangkan imajinasi anak dengan berbagai cara diantaranya:
Dapat dilakukan dengan membacakan cerita atau dongeng tentang sikancil yang baik, Ani yang peramah dll dapat menggunakan wayang, boneka tangan/ jari. Atau bermain peran dengan melengkapi berbagai mainan alat- alat memasak sehingga waktu bermain, anak seolah-olah sebagai koki dan orang tua yang menjadi pemesannya. Permainan imajinasi dapat juga dengan cara menggambar, bermain alat music dll.

v  Permainan Saat Hujan
Saat hujan turun anak akan merasa sangat senang jika ia bermain berda di bawah hujan. Tunggulah hujan turun lebih kurang 15 menit, setelah itu baru bermain hujanlah bersama anak. Hal itu akan membantu untuk menguatkan daya tahan tubuh anak.

v  Permainan Menunggu
Buatlah permainan tentang suatu hal yang membuat anak untuk antri atau disiplin. Seperti membawa anak ke suatu kasir diswalayandll.

3.       Permainan Kinestetik untuk anak
Ada banyak permainan yang dapat merangsang kinestetik anak diantaranya yaitu:
v  Melangkah Mengikuti Ukuran Garis


Bermain gundu dapat membuat anak untuk bergerak aktif dan kognitif juga akn berrkembang dimana anak berfikir bagaimana cara anak untuk melangkah ke kotak yang lain tampa mnginjak garis. Atau untuknpermainan sederhana dengan melompat-lompat pada lantai keramik tampa menginjak garis.

v  Berlomba untuk memindahkan satu benda ketempat lain
Misalnya dapat menggunakan potongan kardus berbentuk apa saja dan letakkan kumpulan potongan itu disisi depan kemudian beri jarak antara 3 meter atau lebih. Beri garis start dan finisnya. Minta anak untuk berlari memindahkan potongan gambar itu. Permainan ini akan lebih baik dilakukan ber dua atau lebih.

v  Bermain Hulahop
Anak dalam bermain Hulahop diiringi dengan music, biarkan anak melakukan gerakan sesuai yang dimau. Disaat bermain ,bahasa dan motorik anak dapat berkembang.

v  Bemain Olah Raga
Menendang dan menghentikan bola,melempar dan menangkap bola dengan temannya, mendorong bola dengan tongkat, tarik tambang dll.

v  Melatih keseimbangan
Dapat dilakukan dengan permainan berupa berjalan diatas kayu, berjalan sambil meletakkan buku diatas kepala dll.

Permainan – permainan ini sangat membantu anak dalam proses perkembangannya. Orang tua, guru ataupun pengasuh harus mendampinginya saat bermain dan jangan lupa berikan pujian pada anak karena itu merupakan hal yang akan membuat anak untuk bersemangat.




Sumber:
Faruq, Mohammad, Muhyi.2007. 60 Permainan Kecerdasan Kinestetik. Jakarta : PT Grasindo Gramedia Widiasarana Indonesia
silberg, Jackie.2004.Brain Games for Toddlers. Jakarta : Erlangga
                silberg, Jackie.2006.Smart Games for Smart Brains. Jakarta : Erlangga

               

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar